Daerah

Gubernur Anwar Hafid Jajaki Kolaborasi dengan MNC University, Sasar Beasiswa Guru dan Pengembangan Potensi Desa

sekitarpalu
474 views
Bagikan berita Bantu sebarkan informasi ini kepada pembaca lainnya.
PALU - Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menjajaki kolaborasi dengan MNC University untuk mendukung program beasiswa, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), dan pengembangan potensi desa di Sulawesi Tengah.

Penjajakan kerja sama tersebut berlangsung dalam audiensi bersama Direktur Direktorat Riset, Inovasi, dan Dampak Sosial MNC University, Humiras Betty M. Sihombing, di Palu, Rabu (14/10/2026).

Pertemuan itu menjadi bagian dari upaya mendukung Program Berani Cerdas, khususnya melalui perluasan akses pendidikan dan pengembangan potensi daerah.

Dalam kesempatan tersebut, MNC University menawarkan program beasiswa Bina Talenta dengan skema pembiayaan 50 persen, 75 persen, hingga 100 persen sesuai ketentuan program. Perguruan tinggi tersebut juga membuka peluang kolaborasi di bidang penelitian, inovasi, dan program berdampak sosial.

Selain itu, MNC University menawarkan model pendidikan 2+2, yakni dua tahun belajar di kampus dan dua tahun terlibat dalam kegiatan lapangan, industri, serta pengembangan potensi daerah. Model ini diharapkan dapat membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis sesuai kebutuhan dunia kerja.

Anwar Hafid menyambut peluang kolaborasi tersebut. Ia menegaskan bahwa pendidikan tidak cukup hanya memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk kuliah, tetapi juga harus menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan dan siap bekerja.

“Bagaimana kita tidak hanya membiayai mereka untuk kuliah, tetapi setelah selesai kuliah, mereka benar-benar memiliki kemampuan dan bisa bekerja,” ungkap Anwar.

Pada 2027, Pemprov Sulteng berencana memprioritaskan pengembangan beasiswa bagi guru dan tenaga kesehatan. Rencana tersebut akan dibahas lebih lanjut bersama perangkat daerah terkait dan Bappeda, termasuk mengenai sasaran penerima serta skema pembiayaannya.

Peningkatan kompetensi sumber daya manusia, termasuk penguasaan bahasa Inggris dan Mandarin, juga menjadi perhatian dalam rencana pengembangan pendidikan tersebut.

Di luar sektor pendidikan, Anwar mendorong pemetaan potensi lebih dari 2.000 desa di Sulawesi Tengah agar program pembangunan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Pemetaan melalui penilaian kebutuhan masyarakat atau needs assessment itu mencakup sektor pertanian, kelautan, sumber daya alam, dan pariwisata.

REDAKSI SEKITAR PALU
Ruang pembaca

Komentar (0)

Belum ada komentar Jadilah pembaca pertama yang memberikan tanggapan.