Mahasiswa Dominasi Kunjungan Perpustakaan Kota Palu, Layanan Digital Terus Diperluas

PALU – Mahasiswa menjadi kelompok yang paling sering memanfaatkan layanan Perpustakaan Kota Palu sepanjang 2026. Selain membaca buku, mereka juga memanfaatkan fasilitas perpustakaan untuk mengerjakan tugas kuliah hingga menyusun skripsi.

Kepala Bidang Layanan Informasi Perpustakaan pada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Palu, Darmansyah, mengatakan seluruh kunjungan perpustakaan tercatat melalui aplikasi sehingga data pengunjung dapat dipantau secara akurat. Data kunjungan yang telah dirilis saat ini mencakup periode Januari hingga Juli 2026.

“Kelompok yang paling sering datang ke sini itu mahasiswa. Selain untuk baca buku, kadang-kadang mereka datang menyelesaikan tugas kampus yang harus diselesaikan,” kata Darmansyah saat diwawancarai di Perpustakaan Kota Palu, Rabu (19/8/2026).

Menurutnya, perpustakaan saat ini memiliki lebih dari 6.000 koleksi buku cetak. Selain itu, masyarakat juga dapat mengakses perpustakaan digital Palu Mapande yang menyediakan sekitar 300 hingga 400 judul buku dengan sekitar 600 eksemplar digital.

Program tersebut telah diluncurkan di sembilan kelurahan di Kota Palu dan dapat diakses secara gratis melalui telepon genggam. Hingga Juli 2026, layanan digital itu telah dimanfaatkan hampir 2.000 pengguna.

“Alhamdulillah minat membaca anak-anak di Palu Mapande itu sudah hampir 2.000. Anak-anak tinggal mengunduh di Play Store, buka bukunya, lalu bisa langsung membaca. Itu gratis,” ujarnya.

Darmansyah menjelaskan, pihaknya juga terus menambah koleksi buku setiap tahun sesuai ketentuan. Tahun ini, anggaran yang tersedia akan dimanfaatkan untuk menambah jumlah judul maupun eksemplar buku agar kebutuhan masyarakat dapat terus terpenuhi.

Di sisi lain, perpustakaan juga memperluas program Palu Mapande yang ditargetkan menjangkau seluruh 46 kelurahan di Kota Palu.

Selain mengembangkan layanan digital, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Palu juga bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional melalui program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial. Melalui program tersebut, sejumlah kelurahan telah menerima bantuan berupa buku, rak buku, dan komputer untuk mendukung layanan perpustakaan di tingkat masyarakat.

Darmansyah berharap masyarakat memanfaatkan perpustakaan bukan hanya sebagai tempat membaca, tetapi juga sebagai ruang untuk belajar, berkreasi, dan mengembangkan inovasi. Perpustakaan juga membuka fasilitas bagi masyarakat yang ingin menyelenggarakan seminar maupun kegiatan literasi.

“Perpustakaan ini bukan saja untuk membaca dan menulis, tetapi juga membuat inovasi dan kreativitas masyarakat. Kalau ada yang ingin seminar atau kegiatan literasi, silakan mengajukan surat, nanti kami fasilitasi ruangan beserta perlengkapannya,” tutupnya. (naw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup