Berani Bedah Rumah Capai 124 Unit, Lampaui Target 2026

PALU – Program Berani Bedah Rumah Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) mencapai 124 unit rumah pada 2026. Capaian tersebut melampaui target Renstra sebanyak 100 unit.

Kepala Dinas Perkimtan Provinsi Sulawesi Tengah, Akris Fattah Yunus, menyampaikan capaian tersebut dalam agenda jumpa pers media pencapaian Program Berani di Cafe Tanaris, Kota Palu, Kamis (10/9/2026).

Dari 124 unit rumah yang ditangani, sebanyak 85 unit dibangun baru dan 39 unit direhabilitasi, dengan anggaran sekitar Rp7,84 miliar.

Akris menjelaskan, Berani Bedah Rumah merupakan bagian dari upaya mendukung Program Berani Sejahtera, khususnya dalam menangani rumah tidak layak huni sebagai salah satu langkah menekan angka kemiskinan.

“Program Berani Bedah Rumah ini kami launching di bulan Maret tahun 2026 yang lalu. Alhamdulillah sudah berjalan,” kata Akris.

Ia menyebut angka kemiskinan Sulawesi Tengah pada 2025 berada di 10,52 persen, sementara angka nasional mencapai 8,47 persen. Karena itu, penanganan rumah tidak layak huni menjadi salah satu fokus pemerintah.

Berdasarkan data yang dipaparkan, masih terdapat sekitar 80.694 rumah tidak layak huni yang masuk dalam kelompok desil 1 hingga 4. Penerima bantuan pada 2026 didominasi desil 1 sebesar 44 persen, disusul desil 2 sebesar 31 persen, desil 3 sebesar 13 persen, dan desil 4 sebesar 12 persen.

Untuk pembangunan rumah baru, program menggunakan tipe 36 dengan ukuran 6 x 6 meter, satu kamar dan satu MCK (Mandi, Cuci, Kakus). Anggaran pembangunan ditetapkan sebesar Rp80 juta per unit dan berlaku di seluruh kabupaten/kota.

“Untuk rumah baru itu tipe 36 dengan ukuran 6 kali 6, satu kamar dan satu MCK. Ini anggarannya satu rumah Rp80 juta,” ujar Akris.

Penanganan pada 2026 hampir menyasar seluruh kabupaten. Sementara Kabupaten Poso masih dalam tahap pemenuhan data. Sejumlah daerah juga memperoleh penanganan melalui dukungan APBN.

Untuk 2027, program bedah rumah direncanakan kembali dilanjutkan dengan sasaran sekitar 800 hingga 1.000 unit rumah melalui anggaran provinsi.

“Rencana kita akan menyisir melalui APBD Provinsi antara 800 sampai dengan 1.000 unit rumah,” katanya.

Selain rumah tidak layak huni, Perkimtan juga memfokuskan penanganan terhadap 33 titik kawasan kumuh yang menjadi kewenangan provinsi, termasuk rumah, sarana dan prasarana, utilitas, serta jalan.

Akris juga mengajak masyarakat berpartisipasi melalui program Berani Masih Banyak dengan menyumbangkan peralatan rumah tangga bekas yang masih layak pakai, seperti tempat tidur, lemari, dan kursi, untuk melengkapi rumah penerima program Berani Bedah Rumah. Pakaian tidak termasuk barang yang diterima.

“Daripada kita buang kursi-kursi, mohon diserahkan kepada kami untuk kami serahkan kepada 124 rumah yang kami bangun,” pungkasnya. (naw/nl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup