Tolitoli Terus Diguncang Gempa, BMKG Catat Lebih dari 33 Gempa Susulan Sejak Akhir Februari

TOLITOLI, SULAWESI TENGAH – Wilayah Kabupaten Tolitoli dan sekitarnya masih dalam pengawasan ketat otoritas kegempaan setelah diguncang puluhan gempa bumi dalam satu pekan terakhir. Berdasarkan data resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tercatat sedikitnya 33 hingga 35 aktivitas seismik telah terjadi sejak Sabtu, 28 Februari 2026.
Rangkaian aktivitas tektonik ini dipicu oleh gempa utama (mainshock) berkekuatan Magnitudo 5,5 hingga 5,6 yang mengguncang pada Sabtu siang (28/2) pukul 14.52 WITA. Pusat gempa berada di darat pada koordinat 1,25° LU dan 121,01° BT dengan kedalaman dangkal 10 kilometer.
Penjelasan Otoritas Terkait
Kepala Stasiun Geofisika (Stageof) Palu, Djati Cipto Kuncoro, menjelaskan bahwa gempa ini merupakan jenis gempa bumi dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar aktif di wilayah tersebut. “Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser turun (oblique normal). Hingga saat ini, kami terus melakukan monitoring karena aktivitas susulan masih terjadi, meski kekuatannya cenderung mengecil,” ujar Djati Cipto Kuncoro dalam keterangan resminya melalui Instagram @bmkgpalu.geof.

Senada dengan hal tersebut, Plh. Kepala BMKG Wilayah IV, Nasrol Adil, mengonfirmasi bahwa guncangan dirasakan nyata oleh warga dengan skala intensitas IV MMI di Tolitoli dan Buol. “Getaran dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, seakan-akan ada truk besar yang berlalu,” tambahnya melalui rilis di LPP RRI.
Dampak dan Kesiapsiagaan
Hingga Kamis (5/3/2026), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat melaporkan belum ada korban jiwa, namun pemantauan terus dilakukan terhadap bangunan yang mengalami retak struktural. Pihak BPBD mengimbau warga untuk tetap tenang dan tidak termakan isu hoaks mengenai tsunami, mengingat pusat gempa berada di daratan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup