PALU - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) mengusulkan penetapan Embarkasi Antara untuk penyelenggaraan ibadah haji 2027. Jika disetujui, jemaah haji asal Sulteng berpeluang tak lagi menginap di Asrama Haji Balikpapan sebelum melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci.
Usulan untuk musim haji 1448 Hijriah/2027 Masehi tersebut diajukan bersama Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sulawesi Tengah.
Wakil Gubernur Sulteng, Reny A. Lamadjido, menyampaikan harapan agar usulan itu dapat disetujui demi meningkatkan kenyamanan jemaah selama proses keberangkatan.
Hal tersebut disampaikan Reny saat membuka Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Haji 1448 H/2027 di Ruang Polibu, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Rabu (21/10/2026).
“Kita doakan usulan embarkasi antara dikabulkan sehingga jamaah haji Sulawesi Tengah tidak usah lagi masuk asrama di Balikpapan,” ujar Reny.
Apabila usulan tersebut disetujui, jemaah dapat berangkat dari Bandara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri Palu menuju Bandara Sepinggan Balikpapan sebagai embarkasi utama tanpa harus turun dan menginap di asrama haji di kota tersebut.
Selain itu, pemeriksaan kesehatan jemaah haji Sulteng direncanakan dipusatkan di Asrama Haji Transit Palu sebelum keberangkatan.
Skema tersebut diharapkan dapat mempermudah tahapan persiapan sekaligus meningkatkan kenyamanan jemaah asal Sulawesi Tengah.
Dalam rapat koordinasi yang sama, Reny turut menyampaikan usulan perubahan pembagian pembiayaan haji 2027. Skema yang sebelumnya menetapkan porsi pemerintah provinsi sebesar 60 persen dan kabupaten/kota 40 persen diusulkan menjadi 40 persen dari provinsi dan 60 persen dari kabupaten/kota.
Usulan perubahan tersebut mempertimbangkan cakupan pembiayaan Pemprov Sulteng yang meliputi 12 kabupaten dan satu kota, sedangkan pemerintah kabupaten/kota berfokus pada pembiayaan di wilayah masing-masing.
Hasil pembahasan pembiayaan itu akan dilaporkan kepada gubernur sebelum ditetapkan melalui surat keputusan gubernur.
Adapun penetapan Embarkasi Antara masih menunggu persetujuan. Jika terealisasi, skema tersebut diharapkan membuat proses keberangkatan jemaah haji Sulteng pada 2027 menjadi lebih nyaman dan efisien. ***
Komentar (0)
Masuk atau buat akun pengunjung terlebih dahulu untuk menulis komentar.