Panen Raya di Toili, Gubernur Anwar Hafid Dorong Pertanian Sulteng Lebih Modern

BANGGAI – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, mendorong sektor pertanian di Sulteng beralih ke sistem yang lebih modern dengan dukungan teknologi dan mekanisasi.

Dorongan tersebut disampaikan saat Anwar Hafid menghadiri Panen Raya Padi dan Tanam Padi dengan metode PM-AAS di kawasan persawahan dataran Toili, Kabupaten Banggai, Kamis (10/9/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Menurut Anwar Hafid, modernisasi diperlukan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus membantu mengurangi biaya produksi yang harus dikeluarkan petani.

“Kami sangat merindukan, sesuai dengan cita-cita Pak Menteri, bahwa pertanian sekarang harus modern,” ujar Anwar.

Ia mengatakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah telah menyiapkan dukungan alat dan sarana pertanian melalui penguatan Brigade Pertanian.

Alat tersebut akan dikelola dengan sistem pinjam pakai agar dapat dimanfaatkan oleh petani secara lebih luas. Pemerintah juga akan menarik alat apabila tidak dirawat atau hanya digunakan untuk kepentingan satu kelompok.

“Jadi kita berharap Brigade ini untuk seluruh petani,” tegasnya.

Anwar Hafid menilai penguatan sarana pertanian menjadi penting karena Sulawesi Tengah memiliki sejumlah wilayah yang menjadi sentra produksi pangan. Salah satunya adalah dataran Toili di Kabupaten Banggai.

“Banggai ini adalah lumbung pangan Sulawesi Tengah. Karena itu, saya membawa Pak Menteri datang ke Banggai,” katanya.

Selain modernisasi alat dan teknologi, Anwar Hafid menargetkan peningkatan hasil produksi padi hingga 10 ton gabah per hektare.

“Pokoknya kita usahakan 10 ton satu hektare, karena hanya dengan cara itu petani kita akan sejahtera,” ujarnya.

Ia berharap dukungan pemerintah pusat dan daerah dapat terus diperkuat, terutama dalam penyediaan alat dan mesin pertanian. Menurutnya, kerja sama tersebut dibutuhkan agar peningkatan produktivitas pertanian dapat dirasakan langsung oleh petani.

Dalam kesempatan itu, Anwar juga mengapresiasi kebijakan pemerintah pusat di sektor pertanian, termasuk terkait ketersediaan pupuk dan kepastian harga gabah.

“Di zaman beliau inilah pupuk terjamin. Dulu susah pupuk, setengah mati kita mencari. Begitu juga harga gabah, dulu tidak ada standar yang pasti,” katanya.

Ia berharap kepastian tersebut dapat membuat petani semakin bersemangat meningkatkan produksi.

Panen raya dan tanam padi di Toili pun menjadi momentum bagi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk memperkuat arah pembangunan pertanian yang mengandalkan teknologi, mekanisasi, dan peningkatan produktivitas. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup