PALU - Berdasarkan data BMKG per 11 Oktober 2026, sebanyak 12 wilayah di Sulawesi Tengah masuk dalam daftar wilayah dengan potensi sebaran partikel asap tertinggi di Indonesia akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dilansir dari situs Informasi Iklim BMKG, iklim.bmkg.go.id, terdapat 262 wilayah di 29 provinsi yang masuk dalam daftar tersebut. Wilayah-wilayah itu memiliki nilai OMAOD maksimum harian di atas ambang batas 0,5.
OMAOD merupakan singkatan dari Organic Matter Aerosol Optical Depth, yaitu indikator untuk mengukur ketebalan optik aerosol organik di kolom atmosfer. Dalam data BMKG ini, OMAOD digunakan untuk menunjukkan potensi sebaran partikel dari kabut asap akibat karhutla. Semakin tinggi nilainya, semakin besar potensi sebaran kabut asap di suatu wilayah.
Di Sulawesi Tengah, Tolitoli mencatat nilai OMAOD tertinggi di antara 12 wilayah yang masuk daftar, yakni 1,2580. Tolitoli berada di urutan ke-84 dari 262 wilayah secara nasional.
Buol menyusul di urutan ke-100 dengan nilai 1,1469, kemudian Donggala di urutan ke-117 dengan nilai 1,0473. Parigi Moutong berada di urutan ke-129 dengan nilai 0,9819.
Sementara itu, Kota Palu menempati urutan ke-175 secara nasional dengan nilai OMAOD 0,7068.
Berikut daftar lengkap 12 wilayah Sulawesi Tengah yang masuk dalam daftar sebaran partikel asap per 11 Oktober 2026:
1. Tolitoli: nilai OMAOD 1,2580, urutan ke-84 nasional.
2. Buol: nilai OMAOD 1,1469, urutan ke-100 nasional.
3. Donggala: nilai OMAOD 1,0473, urutan ke-117 nasional.
4. Parigi Moutong: nilai OMAOD 0,9819, urutan ke-129 nasional.
5. Kota Palu: nilai OMAOD 0,7068, urutan ke-175 nasional.
6. Poso: nilai OMAOD 0,6994, urutan ke-178 nasional.
7. Sigi: nilai OMAOD 0,6765, urutan ke-184 nasional.
8. Banggai Kepulauan: nilai OMAOD 0,6543, urutan ke-192 nasional.
9. Tojo Una-Una: nilai OMAOD 0,6428, urutan ke-197 nasional.
10. Banggai Laut: nilai OMAOD 0,6348, urutan ke-198 nasional.
11. Banggai: nilai OMAOD 0,5923, urutan ke-210 nasional.
12. Morowali: nilai OMAOD 0,5351, urutan ke-242 nasional.
Dari seluruh wilayah di Sulawesi Tengah, hanya Morowali Utara yang tidak tercantum dalam daftar tersebut.
Prediksi sebaran partikulat kabut asap ini mencakup periode hingga tiga hari ke depan. Meski menunjukkan potensi sebaran partikel di atmosfer, nilai OMAOD tidak menggambarkan secara langsung kualitas udara di permukaan yang dihirup masyarakat. ***
Komentar (0)
Masuk atau buat akun pengunjung terlebih dahulu untuk menulis komentar.