Kesal Menunggu Perbaikan! Aksi Swadaya Pemuda Porame Soroti Lambannya Respons Pemerintah Kabupaten Sigi

Kerusakan pada ruas jalan Vunja Sinongi akhirnya mendorong para pemuda Desa Porame, Kabupaten Sigi, untuk mengambil langkah nyata tanpa menunggu lagi janji perbaikan dari pemerintah daerah. Melalui Forum Pemuda Penggerak Desa Porame, mereka menggalang dana secara swadaya dan turun langsung memperbaiki jalan yang selama ini menjadi keluhan utama warga. Minggu (23/11/2025).

Jalan yang menjadi akses vital aktivitas masyarakat itu telah lama mengalami kerusakan parah. Kondisi ini semakin ironis mengingat ruas tersebut juga merupakan jalur menuju destinasi pariwisata paralayang Wayu—lokasi yang seharusnya mendapat perhatian khusus jika pemerintah benar-benar ingin mendorong potensi wisata daerah. Namun meski menjadi akses ekonomi sekaligus pariwisata, perbaikannya tampaknya belum menjadi prioritas.

“Kalau menunggu perbaikan resmi, mungkin jalan ini sudah berubah jadi kolam ikan,” ujar Adi Saputra, koordinator kegiatan, dengan nada setengah bercanda. “Aksi kami sederhana, tapi semoga menjadi pengingat bahwa masyarakat juga butuh perhatian, bukan hanya janji-janji.”

Aksi pemuda tersebut mendapat dukungan luas dari warga yang sudah lama berharap ada perubahan. Meskipun dilakukan secara mandiri, kerja sama dan gotong royong membuat proses perbaikan berjalan lebih cepat daripada yang mereka bayangkan.

Sekretaris Karang Taruna Desa Porame, Abd Rafin, menambahkan bahwa gerakan pemuda ini adalah bukti bahwa masyarakat siap bertindak ketika pemerintah terlalu lama berpikir. “Kami bukan ingin mengambil alih tugas siapa pun. Kami hanya ingin menunjukkan bahwa fasilitas dasar seperti jalan tidak boleh dibiarkan rusak terlalu lama,” ungkapnya.

Perbaikan ini diharapkan mampu memulihkan mobilitas warga, mendukung akses wisata paralayang Wayu, dan mengurangi risiko kecelakaan di jalan tersebut. Di balik keberhasilan aksi swadaya ini, terselip harapan besar agar pemerintah lebih sigap menangani kebutuhan masyarakat dan tidak hanya fokus pada proyek-proyek besar yang tampak megah di atas kertas, tetapi kurang terasa manfaatnya di tingkat desa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup